PROGRAM HIBAH MATCHING FUND KEDAIREKA (MF)

LPPM    Surakarta.

Sumber Pembiayaan : NONPNBP
Batas Upload Proposal : 30 Mar 2023
Tahun : 2022

<p>LATAR BELAKANG Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini perguruan tinggi dan industri di Indonesia belum dapat berjalan selaras. Pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi masih belum berorientasi pada pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan masyarakat. Link and Match antara perguruan tinggi dan DUDI masih terbatas. Dalam upaya untuk menjembatani pengembangan ilmu dan teknologi atau rekacipta yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan teknologi dan pengembangan di industri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Program Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka. Program ini diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Berbagai kegiatan kampus merdeka yang diselenggarakan di luar perguruan tinggi, diantaranya magang/praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusiaan harus didukung oleh kemitraan yang erat antar pemangku kepentingan, kampus, industri, pemerintah, dan lembaga mitra untuk membentuk ekosistem Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka. Pemerintah menyadari pentingnya memberikan kebermanfaatan untuk semua pemangku kepentingan yang ingin terlibat aktif dalam proses pembentukan ekosistem Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka, dan sekaligus mengembangkan konektivitas pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi dengan industri, maka pemerintah merasa perlu untuk memberikan insentif yang mendorong penyelesaian permasalahan strategis nasional dan berbagai tantangan Industri dalam ekosistem Kampus Merdeka melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI. Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan skema insentif dana padanan (&ldquo;matching fund&rdquo;) yang mengajak pihak industri dan pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama terlibat dalam proses terbentuknya ekosistem Merdeka Belajar - Kampus Merdeka &ndash;. Skema insentif matching fund ini dapat dimanfaatkan untuk: a. Mengurangi sebagian beban pembiayaan yang ditanggung DUDI dalam kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan bersama perguruan tinggi. b. Memperluas dan meningkatkan dampak positif kegiatan perguruan tinggi bersama mitra dikarenakan kapasitas pembiayaan bagi kegiatan kerjasama tersebut akan meningkat melalui skema pendanaan matching fund dari pemerintah. c. Mendorong penciptaan produk atau jasa yang inovatif untuk diproduksi massal oleh industri dan kemudian dimanfaatkan masyarakat melalui pemberian dana dari pemerintah (matching fund) untuk mengaplikasikan hasil-hasil penelitian yang dilakukan perguruan tinggi melalui kegiatan kerjasama dengan DUDI. d. Menumbuhkembangkan bisnis berbasis iptek dan wirausaha muda lulusan perguruan tinggi melalui pendanaan startup company. e. Mendorong pengembangan Pusat Riset atau Program Studi baru bersama Panduan Program Matching Fund Tahun 2021 - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 6 dengan DUDI yang bidang ilmu dan teknologinya relevan dengan kebutuhan DUDI. Program Matching Fund dirancang untuk mengakselerasi penerapan program Merdeka Belajar&ndash;Kampus Merdeka yang melibatkan dan memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa dan dosen meningkatkan pengetahuan praktis dan keahlian mereka di DUDI.&nbsp;</p>


<p>TUJUAN DAN DESKRIPSI PROGRAM TUJUAN Program Matching Fund ini bertujuan untuk membangun ekosistem Merdeka BelajarKampus Merdeka sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai isu sosial, tantangan DUDI dan masyarakat, serta masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI. DESKRIPSI PROGRAM Program Matching Fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI untuk bersamasama terlibat dalam membentuk ekosistem Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Setelah perguruan tinggi dan DUDI menyepakati kemitraan melalui Kedaireka, dosen perguruan tinggi dapat mengajukan proposal matching fund kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rancangan Program yang diusulkan melalui Matching Fund dapat disusun untuk 2 tahun dengan pendanaan yang diberikan per tahun. Pendanaan tahun berikutnya didasarkan pada evaluasi hasil pelaksanaan tahun pertama. Pada tahun anggaran 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan anggaran Rp250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh miliar rupiah) untuk Program Matching Fund. Setiap perguruan tinggi dapat mengusulkan lebih dari satu proposal kerjasama/kemitraan untuk mendapat dana dari Program Matching Fund. Pola kemitraan yang dapat diusulkan: 1. Satu Perguruan Tinggi dengan satu DUDI; 2. Satu Perguruan Tinggi dengan beberapa DUDI; 3. Beberapa Perguruan Tinggi dengan satu DUDI; dan/atau 4. Beberapa Perguruan Tinggi dengan beberapa DUDI. Sasaran Program Perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di bawah binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi) yang bekerja sama dengan DUDI, mencakup antara lain: UMKM, Koperasi, Industri, StartUp Company, BUMN, LSM, Kementerian atau lembaga pemerintah lain melalui Kedaireka. Penerima manfaat terbesar dari program ini harus perguruan tinggi dan masyarakat di Indonesia.</p> <p>Ruang Lingkup Ruang Lingkup dari kerjasama yang dapat didanai dari program ini adalah sebagai berikut: a. Kerjasama penelitian untuk menghasilkan produk/purwarupa/teknologi untuk dapat dikomersialisasikan (termasuk mini-plant atau teaching factory), atau untuk mengatasi masalah spesifik yang dihadapi masyarakat atau DUDI/mitra; b. Kegiatan pelatihan, pembinaan, dan bentuk jasa lainnya dari perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bekerja sama dengan DUDI/mitra melalui kegiatan CSR industri dan kegiatan lainnya; c. Startup yang dibangun oleh perguruan tinggi bekerja sama DUDI maupun oleh mahasiswa bekerja sama dengan alumni dan/atau DUDI di bawah supervisi dosen; d. Penguatan atau pembentukan research center bersama DUDI untuk menjadi pusat kajian atau riset bagi kepentingan: i) pengembangan DUDI, ii) penyelesaian pemasalahan DUDI, iii) menyelesaikan permasalahan bangsa, dan atau iv) meningkatkan daya saing bangsa; e. Pembukaan program studi baru (program sarjana) yang dibangun bersama DUDI dengan bidang keilmuan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan DUDI.</p>


<p>Sesuai dengan luaran yang diusulkan pada proposal (misal Publikasi, Pengabdian, HKI, Mahasiswa Magang, Mahasiswa KKN, Produk Komersial dll)</p>


<p>1. Dosen pengusul memenuhi persyaratan berikut:<br /> a) Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)/Nomor Induk Dosen Khusus<br /> (NIDK);<br /> b) Memiliki rekam jejak yang relevan dengan program yang diusulkan;<br /> c) Terdaftar di Kedaireka; dan<br /> d) Tidak sedang studi lanjut atau kegiatan akademik seperti academic recharging,<br /> postdoc, dan lainnya.<br /> 2. Dosen pengusul telah memperoleh komitmen penyediaan dana padanan dari mitra.<br /> 3. DUDI sebagai mitra kerja sama PT harus terdaftar di Kedaireka, antara Mitra Industri<br /> dan PT telah memiliki rekam jejak kemitraan dalam pengembangan produk yang<br /> berbasis kebutuhan industri, atau adanya inovasi unggulan PT yang dibutuhkan oleh<br /> industri.<br /> 4. Pengusul tidak memiliki afiliasi atau hubungan famili dengan DUDI.<br /> 5. Terdapat lembaga/entitas/unit yang ditugaskan oleh PT untuk mengelola program yang<br /> diusulkan, serta pengakuan bahwa program yang diusulkan adalah hasil penelitian<br /> yang dimiliki institusi.<br /> 6. Perguruan tinggi pengusul tidak dalam status pembinaan.</p>