Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Program EQUITY THE Impact Rankings SKEMA C (Kolaborasi 7 PTNBH dengan Mitra Peneliti 16 PTNBH) 2025

LPPM    Surakarta.

Sumber Pembiayaan : NONPNBP
Batas Upload Proposal : 15 Oct 2025
Tahun : 2025

<p>Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, pada tahun 2025 ini meluncurkan program yang dinamai Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Times Higher Education Impact Rankings 2025. Desain program ini secara menyeluruh memfasilitasi 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam merancang dan melaksanakan program-program pengembangan untuk meningkatkan kualitas sebagai <em>World Class University</em> (WCU). Sumber pendanaan EQUITY melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sejalan dengan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan. Program ini dikembangkan dalam dua jenis, yaitu: EQUITY WCU (7 PTNBH) dan EQUITY THE Impact Rankings (16 PTNBH).</p>


<p style="margin-left:27.0pt;">Tujuan kegiatan Riset Kolaborasi Indonesia Program EQUITY THE Impact Rankings adalah:</p> <ol style="list-style-type:lower-alpha;"> <li>Memperluas dan memperdalam jejaring kerjasama riset antar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum;</li> <li>Memperluas kerjasama riset PTNBH dengan <em>stakeholder</em> lain (PTN/PTS) untuk memperkuat kapasitas riset lintas institusi, dengan menekankan kekhasan riset lokal, jaringan mitra industri, atau penguasaan konteks spesifik daerah;</li> <li>Memperkuat wawasan keilmuan yang bersifat multi/inter/lintas disiplin di antara para dosen/peneliti, dan mempercepat dampak sosial-ekonomi riset;</li> <li>Mengembangkan embrio kerja sama riset yang lebih luas dengan institusi negara lain secara lebih seimbang, setara, dan kontributif untuk masyarakat Indonesia;</li> <li>Meningkatkan jumlah publikasi jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus;</li> <li>Meningkatkan peringkat perguruan tinggi berdasarkan kriteria pemeringkatan <em>World Class University</em> (WCU) oleh QS (WUR, AUR, by-Subject) dan THE (WUR, AUR, by-Subject, IMPACT Rangking).</li> </ol>


<ol style="list-style-type:lower-alpha;"> <li>Tim Peneliti (<em>host </em>dan mitra) harus mencapai luaran yaitu 3 (tiga) draf manuskrip pada jurnal internasional bereputasi kontribusi dari Perguruan Tinggi Utama dan Mitra, yang mempunyai kategori minimal Q2 CiteScore Scopus.</li> <li>Artikel yang dimaksud pada poin a adalah minimal berstatus telah direview<strong> (<em>under review</em>) </strong>ke &nbsp;jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus di akhir tahun pertama (program);</li> <li>Artikel yang dimaksud pada poin a dapat diklaim sebagai luaran selama penerima hibah RKI bertindak sebagai penulis pertama atau penulis korespondensi;</li> <li>Status kemajuan pencapaian keluaran dilampirkan dalam Laporan Kemajuan dan Akhir berupa: <ol> <li>Bukti kirim (<em>Acknowledgment submission</em>);</li> <li>Bukti peringkat <em>quartile</em> jurnal (Q1-Q2) dari SJR</li> <li>Manuskrip yang di-<em>submit</em></li> <li>Bukti proses <em>under review</em> dari penerbit</li> </ol> </li> <li>Pada setiap publikasi diharuskan mencantumkan peneliti dari semua mitra beserta afiliasinya.</li> <li>Semua Publikasi wajib mencantumkan <em>Acknowledgement</em>:<strong><em>This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. ##/##/##.##.##/2025).</em></strong></li> </ol>


<ul> <li><strong>Peneliti pada Perguruan Tinggi Utama atau Host</strong> <ol> <li><em>Host</em> adalah peneliti di salah satu dari 7 (tujuh) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas &nbsp;Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran);</li> <li><em>Host</em> sudah berkualifikasi Doktor (S3);</li> <li><em>Host</em> memiliki publikasi di jurnal bereputasi internasional dengan h-index sekurangnya&nbsp;4 (empat) berdasarkan pangkalan data Scopus (<u>https://</u><a href="http://www.scopus.com/)">www.scopus.com/)</a> untuk kluster sains, teknologi dan kesehatan atau h-index sekurangnya 3 (tiga) berdasarkan pangkalan data Scopus untuk kluster sosial humaniora, atau memiliki pengalaman minimal 3 publikasi&nbsp; sebagai <em>first author atau corresponding</em> author pada jurnal scopus minimal Q2;</li> <li><em>Host</em> &nbsp;harus memiliki peta jalan riset (<em>roadmap</em>), program riset yang sedang berjalan,&nbsp;fasilitas riset, serta mitra peneliti yang <strong>bersedia </strong>untuk melaksanakan penelitian (bukan mitra yang hanya dipinjam namanya);</li> <li><em>Host</em> &nbsp;harus memiliki minimal 2 (dua) mitra perguruan tinggi, dengan komposisi minimal 1 (satu) &nbsp;pada salah satu dari 16 (enam belas) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang berbeda (Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Padang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Syiah Kuala,&nbsp; &nbsp;Universitas Terbuka, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Sriwijaya) dan minimal 1 (satu) mitra dari peneliti lain (PTN dan/atau PTS);</li> <li><em>Host</em> dapat mewakili Fakultas/Sekolah atau Pusat/Pusat Penelitian;</li> <li><em>Host</em> sebaiknya melibatkan mahasiswa.</li> </ol> </li> </ul> <p><strong>Peneliti pada Mitra</strong></p> <ol> <li>Mitra kegiatan riset adalah minimal 1 (satu) peneliti pada salah satu dari 16 (enam belas) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang berbeda (Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Padang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Syiah Kuala,&nbsp; &nbsp;Universitas Terbuka, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Sriwijaya) dan minimal 1 (satu) peneliti dari mitra peneliti lain (PTN dan/atau PTS);</li> <li>Mitra sudah berkualifikasi Doktor (S3);</li> <li>Mitra memiliki publikasi di jurnal bereputasi internasional dengan h-index sekurangnya&nbsp;4 (empat) berdasarkan pangkalan data Scopus (<u>https://</u><a href="http://www.scopus.com/)">www.scopus.com/)</a> untuk kluster sains, teknologi, dan kesehatan atau h-index sekurangnya 3 (tiga) berdasarkan pangkalan &nbsp;data Scopus untuk kluster sosial humaniora, atau memiliki pengalaman minimal 3 publikasi&nbsp; sebagai <em>first author atau corresponding</em> author pada jurnal scopus minimal Q2;</li> <li value="4">Mitra sebaiknya melibatkan mahasiswa;&nbsp;</li> <li>Mitra harus memiliki program riset yang sedang berjalan, memiliki rekam jejak riset yang jelas di tingkat nasional/internasional serta fasilitas riset yang tersedia untuk pelaksanaan riset;</li> </ol>